Visi dan Misi

Visi :

12 tahun Laweyan menjadi salah satu  “Kampung Batik”  di Surakarta serta menjadi pusat tujuan wisata, hingga menjadi salah satu icon kota dengan keberadaannya pusat wisata belanja batik, hal ini bisa dilihat dengan telah majunya secara ekonomi para pemilik showroomyang berada di Laweyan. Akan tetapi sangat disayangkan pengembangan perekonomian tidak sebanding dengan pengembangan budaya yang seharusnya seimbang. Mengingat Laweyan telah menjadi Kawasan Cagar Budaya sejak tahun 2010 dengan SK nomor: PM.03/PW.007/MKP/2010, dimana hak dan kewajiban pengurus dan warga tertera dengan jelas. maka Rumah Budaya Dalem Djimatan sebagai  Majelis Pengembangan Budaya dan Pemberdayaan  Teknologi Informasi melakukan upaya-upaya penyeimbangan pengembangan laju pembangunan ekonomi, sosial dan budaya dengan cara "nguri-uri" ciri khas fasade bangunan berciri bangunan saudagar Laweyan, sehingga “karakter” kampung batik tempo dulu masih terjaga keasliannya, serta melakukan penyeimbangan laju pengaruh modernisasi kebarat-baratan melalui langkah nyata dengan membuka Taman Bacaan Priyomarsono dengan gratis, selanjutnya membuka kursus gratis untuk gamelan, tarian, seni peran, seni kreasi dsb. Sehingga sedikit demi sedikit modernisasi yang terus menggerus akar budaya mulai terisi kembali.

 

 Misi :

  1. Rumah Budaya Dalem Djimatan sebagai  Majelis Pengembangan Budaya dan Pemberdayaan  Teknologi Informasi mempuyai misi ikut serta menjadi bagian dari pengembangan Perbatikan di Laweyan, serta melakukan penguatan kapasitas atau kemampuan kelompok masyarakat dalam melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan nilai sejarah dan budaya lokal di daerah masing-masing.
  2. Rumah Budaya Dalem Djimatan sebagai  Majelis Pengembangan Budaya dan Pemberdayaan  Teknologi Informasi mempuyai misi ikut serta  melakukan mengembangkan nilai-nilai kearifan lokal serta memelihara sejarah dan warisan budaya yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat
  3. Rumah Budaya Dalem Djimatan sebagai  Majelis Pengembangan Budaya dan Pemberdayaan  Teknologi Informasi mempuyai misi ikut serta menjadi bagian dari sumber informasi dan interaksi para pelaku wirausaha Perbatikan, sehingga terbentuk direktori servis industri batik fashion, tanpa terbatasi oleh ruang dan waktu melalui teknologi informasi