Kesediaan Industri Batik dalam Peningkatan Kualitas kelolaan Unit Pengolahan Limbah

sentra industri batik terdapat hampir di setiap pelosok, Sektor industri batik berperan penting dalam percepatan peningkatan ekonomi masyarakat, karena sektor tersebut lebih banyak menyerap tenaga kerja dan peningkatan pendapatan daerah.  Jumlah industri di semakin berkembang,

Disadari bahwa sebab dari rusaknya lingkungan adalah adanya kegiatan ekonomi yang semakin menggebu baik di sektor pertanian maupun di sektor industri. Tidak ada lagi yang menolak bahwa pola dan skala kegiatan-kegiatan tersebut yang bertanggung jawab terhadap meningkatnya pencemaran dan pengurasan sumberdaya alam ( Suparmoko, 2000). Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup dalam Suparmoko (2000) pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan dan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam, sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke titik tertentu yang menyebabkan ingkungan hidup tidak berfungsi sesuai dengan peruntukannya.

Masalah lingkungan hidup yang disebabkan oleh berbagai macam pencemaran dari tahun ke tahun semakin kompleks dan semakin meningkat. Kondisi tersebut tidak hanya menyebabkan menurunnya berbagai fungsi dan kualitas lingkungan, tetapi juga memberikan dampak yang serius pada kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya. Pencemaran lingkungan beberapa tahun terakhir ini diantaranya adalah:

  1. pencemaran air oleh pembuangan limbah domestik, limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun), limbah industri dan pertambangan,
  2. pencemaran pesisir dan laut,
  3. pencemaran udara seperti: penurunan kualitas udara ambien di lokasi-lokasi tertentu di kota besar yang disebabkan oleh sektor transportasi, industri, kebakaran hutan dan aktifitasrumah tangga; dan
  4. pencemaran sumber limbah domestik seperti:

Masalah mengenai pencemaran air sungai oleh limbah batik bukan merupakan masalah baru di Kota Solo daerah laweyan, kauman, kota Pekalongan dan kota kota sentra batik lainnya di pulau jawa, oleh pemerintah telah membuat kebijakan dalam pembuatan sarana instalasi pengolahan air limbah. Pembuatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) merupakan salah satu cara dalam mengolah limbah agar sesuai dengan baku mutu air yang ditetapkan guna memperbaiki lingkungan yang tertuang dalam SK Menteri Lingkungan Hidup Nomor 112 Tahun 2003, yaitu dengan mengolah limbah batik agar air yang dikeluarkan dari hasil pembuangan tersebut dapat dibuang langsung ke sungai dan sehingga dapat terus terjaga kelestarian lingkungannya.

Upaya perbaikan kualitas lingkungan yang lebih baik oleh pemerintah sangat diperlukan untuk menguntungkan berbagai pihak, khususnya masyarakat sekitar. Pemerintah telah mencari alternatif-alternatif instalasi yang sesuai dengan keadaan yang ada, dan yang bisa dijangkau oleh para pengusaha sendiri. Salah satu alternatif dalam pengolahan air limbah adalah membuat Unit Pengolahan Limbah (UPL), dan UPL tersebut termasuk satu-satunya di Jawa Tengah. Beberapa kelebihan dari UPL adalah lebih alami, dengan metode peresapan alamiah sehingga lebih murah.

Berita Terkait