Green Clean Batik - Produksi Bersih industri batik

Media massa dan internet cukup gencar mengedukasikan isu-isu keamanan, kesehatan lingkungan yang secara terus-menerus disampaikan untuk menimbulkan kesadaran baru di kalangan masyarakat dunia. Isu-isu tersebut kemudian secara komprehensif diwujudkan dalam slogan yang singkat, yaitu “Go Green”. Isu keamanan dan kesehatan erat kaitannya dengan pola konsumsi manusia yang seharusnya lebih mengarah pada produk “Go Green” dimana meminimalkan dan bahkan menghilangkan bahan kimia sintetik berbahaya dalam suatu produk. Gaya hidup sehat dan alami dengan slogan “back to nature” muncul bersamaan dengan isu Go Green. Gaya hidup “back to nature” diharapkan menjadi sebuah tren baru di dunia. Konsumen juga diedukasi mengenai tanggung jawab mereka terhadap lingkungan.  Melalui isu Go Green, gaya hidup back to nature dan edukasi mengenai tanggung jawab mereka terhadap lingkungan, kesadaran  masyarakat  perlahan  mulai  tumbuh,  untuk  berusaha meminimalisasi kerusakan lingkungan dan menggunakan sumber daya alam secara efisien.

Produksi bersih pada industri batik dapat dilakukan pada setiap tahapan proses produksi, yaitu mulai dari input-proses produksi-output.

Input dari produksi batik terdiri dari kain mori, lilin, zat pewarna, air,energy dan bahan penolong lainnya. Sedangkan dalam kegiatan proses produksi dibutuhkan peralatan,energi, air, lay out ruang produksi, tenaga kerja, kemudian terjadi proses transformasi dari input menjadi output yaitu kain batik. Dari kegiatan proses produksi akan menghasilkan limbah baik limbah padat, gas dan cair.

Apabila tindakan penerapan Produksi Bersih dilakukan pada industri batik, maka dapat dilakukan melalui pengaturan dalam perencanaan, perubahan dalam input bahan, perubahan dalam proses produksi, pengaturan dalam kerumahtanggaan, penggunaan kembali bahan bekas, daur ulang dan pengolahan limbah secara efisien

Produksi Bersih pada suatu industri dengan mempertimbangkan efisiensi, akan memperoleh keuntungan tambahan. Efisiensi yang dapat dilakukan seperti penghematan pemakaian bahan baku dan pengelolaan internal yang lebih baik, sehingga timbulan limbah dapat dikurangi. Dengan demikian biaya produksi dan biaya pengolahan limbah dapat ditekan, sehingga keuntungan akan meningkat.

Tindakan produksi bersih dibagi menjadi 5 (lima) macam, yaitu :

  1. Tata laksana rumah tangga yang baik (good housekeeping) yaitu perubahan manajemen tata laksana rumah tangga industri dengan tujuan untuk mencegah timbulan limbah dan emisi.
  2. Perbaikan prosedur kerja dilakukan dengan memodifikasi prosedur operasi, adanya intruksi peralatan, dan pencatatan kondisi operasi atau proses.
  3. Substitusi bahan baku dilakukan dengan penggantian bahan baku yang berbahaya dan beracun dengan bahan baku yang kurang atau tidak menimbulkan pencemaran dan penggunaan bahan-bahan tambahan yang mempunyai umur lebih panjang.
  4. Modifikasi teknologi dan penggantian peralatan dengan dilakukannya peningkatan atomasi proses, optimisasi proses, perencanaan ulang peralatan, dan penggantian proses. Termasuk dalam hal ini yaitu pengendalian proses yang lebih baik dan modifikasi peralatan.
  5. Penyesuaian spesifikasi produk yaitu dengan pengubahan karakteristik produk, seperti bentuk dan komposisi bahan.Umur produk menjadi lebih lama, kemudian direparasi, atau proses pembuatan produk dengan tingkat pencemaran rendah. Demikian juga dengan perubahan pengemasan produk pada umumnya dimasukkan sebagai modifikasi produk.

Berita Terkait