1.800 Pelajar Solo Pecahkan Rekor Muri Peragaan Busana Batik Terbanyak

Panggung berwarna hijau menghiasi satu sisi Stadion Sriwedari, Solo, Minggu (15/10/2017) pagi. Di atas panggung 8x5 meter itu, ribuan siswa berpakaian batik nusantara berpose layaknya peragawan dan peragawati profesional.

Para siswa tersebut menelusuri jalur berkarpet merah yang telah disediakan, mereka berjalan dengan rapi dan anggun, dengan penuh semagat para siswa tersebut tanpa mempedulikan terik Panas matahari

Melempar senyum keramahan, sejumlah peserta larut dalam euforia kegiatan itu. Sementara para penonton memberikan semangat dengan berteriak dan bertepuk tangan.


Mereka penonton beragan ikut serta ambil bagian untuk mengabadikan momen terebut dengan kamera profesional maunpun dengan ponsel pintar.

Para siswa itu merupakan peserta fashion show siswa berbusana batik terbanyak dalam rangka pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri).

Satu peserta, Indah Pertiwi mengaku senang dengan adanya kegiatan itu. Keikutsertaannya dalam pemecahan sebuah rekor Muri merupakan pengalaman mengasyikkan.

Ketua panitia acara Sunarsa menjelaskan"Bagi saya, ini tidak hanya kebanggaan pribadi, tapi juga kebanggaan teman-teman, guru, sekolah, serta Kota Solo," , kegiatan itu diselenggarakan dalam rangka Hari Ulang Tahun SMA Batik Solo ke-60.

Menurut dia, alumni SMA Batik Solo ingin membuat satu event yang akan dapat dikenang selamanya bukan hanya warga SMA Batik Solo, tapi juga masyarakat yang tinggal di Kota Solo.

"Maka kami menggelar acara usaha pemecahan rekor ini. Batik ada di setiap jiwa orang Jawa, sehingga menurut kami event ini pas sekali," paparnya.

Sunarsa berujar, total peserta kegiatan itu berjumlah 1.800 siswa, yang berasal dari sejumlah sekolah di Solo. "Di antaranya SMA Batik 2, SMK Batik 1, SMK Batik 2, SMA Batik 1, SMP Batik, serta SMP Batik Program Khusus," urainya.

Menurut dia, acara fashion show siswa berbusana batik terbanyak bakal sukses menggondol rekor MURI. Pasalnya, sebelumnya telah ada kegiatan serupa di Indonesia, tapi jumlah peserta hanya 600 orang.

"Jadi kami optimistis rekor akan dipecahkan saat ini dengan jumlah total peserta 1.800 siswa. Persiapan yang kami lakukan untuk event ini sekitar 3 bulan," terangnya.
Sunarsa mengungkapkan, SMA Batik Solo sudah tidak asing dengan pemecahan rekor Muri. Sebelum ini, pihaknya juga pernah sukses menggondol rekor lain.

"Ini rekor kedua dari sekolah dan yayasan, yang mana sebelumnya kami pernah memecahkan rekor membentangkan jarik terpanjang, dari Purwosari hingga Bundaran Gladak pada 2013 lalu," tuturnya.

Para siswa itu merupakan peserta fashion show siswa berbusana batik terbanyak dalam rangka pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri).

Satu peserta, Indah Pertiwi mengaku senang dengan adanya kegiatan itu. Keikutsertaannya dalam pemecahan sebuah rekor Muri merupakan pengalaman mengasyikkan.
"Saya kira ini akan menjadi pengalaman berharga dalam hidup saya. Saya tidak akan melupakan momen ini," katanya, kepada Tribunjateng.com.

Indah berharap, aksinya bersama teman-temannya sukses meraih rekor Muri sebagai penampil di acara fashion show siswa berbusana batik terbanyak di Indonesia.

"Bagi saya, ini tidak hanya kebanggaan pribadi, tapi juga kebanggaan teman-teman, guru, sekolah, serta Kota Solo," ungkapnya.

Sunarsa, Ketua panitia acara menjelaskan, kegiatan itu diselenggarakan dalam rangka Hari Ulang Tahun SMA Batik Solo ke-60.

Menurut dia, alumni SMA Batik Solo ingin membuat satu event yang akan dapat dikenang selamanya bukan hanya warga SMA Batik Solo, tapi juga masyarakat yang tinggal di Kota Solo.

"Maka kami menggelar acara usaha pemecahan rekor ini. Batik ada di setiap jiwa orang Jawa, sehingga menurut kami event ini pas sekali," paparnya.

Sunarsa berujar, total peserta kegiatan itu berjumlah 1.800 siswa, yang berasal dari sejumlah sekolah di Solo. "Di antaranya SMA Batik 2, SMK Batik 1, SMK Batik 2, SMA Batik 1, SMP Batik, serta SMP Batik Program Khusus," urainya.

Menurut dia, acara fashion show siswa berbusana batik terbanyak bakal sukses menggondol rekor MURI. Pasalnya, sebelumnya telah ada kegiatan serupa di Indonesia, tapi jumlah peserta hanya 600 orang.

"Jadi kami optimistis rekor akan dipecahkan saat ini dengan jumlah total peserta 1.800 siswa. Persiapan yang kami lakukan untuk event ini sekitar 3 bulan," terangnya.
Sunarsa mengungkapkan, SMA Batik Solo sudah tidak asing dengan pemecahan rekor Muri. Sebelum ini, pihaknya juga pernah sukses menggondol rekor lain.

"Ini rekor kedua dari sekolah dan yayasan, yang mana sebelumnya kami pernah memecahkan rekor membentangkan jarik terpanjang, dari Purwosari hingga Bundaran Gladak pada 2013 lalu," tuturnya.

Berita Terkait