Jenis-Jenis Batik Menurut Cara Pembuatannya

Batik tentu bukan hal yang asing lagi bagimu. Banyak baju, selimut, seprei, taplak meja, tas, dan ikat kepala yang menggunakan motif batik. Bahkan, saat ini penggunaan motif batik tidak hanya terbatas pada kain. Motif batik juga banyak di gu nakan untuk benda-benda kerajinan dari bahan kayu, perak, dan kertas.

Batik menurut teknik pembuatannya :

Bahan kain batik mempengaruhi tekstur yang dirasakan saat disentuh atau dipakai. Perbedaan tekstur kain tersebut juga menentukan kualitas dan harga kain batik yang diperjualbelikan. Tidak hanya itu, Anda juga harus memperhatikan apakah bahan kain sudah sesuai dengan tujuan pemakaiannya. Cara merawatnya pun bisa berbeda pula. Salah-salah, Anda asal beli kain batik karena keindahannya tapi ternyata Anda justru kegerahan saat memakainya. Untuk mengatasinya, mari kita pelajari mengenai 7 jenis kain bahan batik yang sering digunakan.

  1. Batik Tulis
  2. Batik Cap
  3. Batik Sablon/printing
  4. Batik Kombinasi (cap dan tulis)

 

Batik menurut Jenis Kainnya :

Kain mori menjadi bahan utama dalam pembuatan batik karena kemudahan pemrosesan serta teksturnya yang begitu halus. Kain ini merupakan kain tenun yang terbuat dari kapas. Terdapat dua jenis kain mori, yaitu kain mori yang sudah mengalami pemutihan dan kain mori yang belum diputihkan (kain blacu). Selain digunakan sebagai bahan batik, kain mori juga digunakan sebagai kain kafan.

  1. Kain Mori
  2. Kain Katun
  3. Kain Shantung
  4. Kain Dobi
  5. Kain Sutra
  6. Kain Serat Nanas
  7. Kain Paris

 

Batik menurut asal usul adat budaya

Batik sebagai produk seni adiluhung, awalnya kelahirannya banyak diwarnai simbol-simbol keraton. Penggunaannya pun seperti masih terbatas didominasi oleh kalangan keraton.  Namun dewasa ini, penggunaan batik sudah mulai memasyarakat. Batik juga sudah mulai digunakan tidak hanya dalam upacara adat, namun juga dalam keseharian.
Hingga bermunculan baju-baju yang bermotif batik. Hingga saat ini banyak sekali tempat tempat khusus yang menjual batik ini. Mulai dari batik yang benar-benar sakral dan murni, hingga batik modifikasi yang diaplikasikan dalam pakaian sehari-hari. Berdasarkan akar budayanya, motif batik dikelom pok kan menjadi dua sebagai berikut.

 

Motif Batik akar budaya Keraton

Motif batik ini yang munculnya dan didesainnya mengandung banyak simbol dan falsafah serta selain itu ada pembatasan dalam corak dan penggunaannya. Ada jenis motif batik yang hanya boleh dikenakan oleh raja, misalnya kain dengan motif parang rusak barong dan parang. Untuk lebih memahami makna batik, ada dua daerah asal batik yang perlu dipelajari yaitu daerah Yogyakarta dan daerah Solo yaitu kerajaan besar di tanah jawa yaitu:

  1. Motif batik keraton Solo Hadiningrat
  2. Motif batik keraton Yogyakarta

      

Motif Batik bebas/diluar keraton (masyarakat awam)

Motif bebas berkembang di luar aturan atau tradisi keraton. Tidak ada ketentuan khusus dalam pembuatan motif dan pemilihan warna. Oleh karena itu, corak atau warna batik jenis ini sangat bervariasi. Batik motif bebas banyak dibuat di daerah Pesisir Utara Jawa dan daerah pembatikan lainnya di luar Pulau Jawa, misalnya Kalimantan, Sulawesi, Madura, dan Papua

  • Batik tasikmalaya

memiliki tiga jenis motif batik yang populer yaitu Batik Sukapura, Batik Sawoan, dan Batik Tasik. Batik tasikmalaya sendiri memiliki ciri khas penggunaan warna yang cerah karena pengaruh oleh batik pesisiran.

  • Batik asli Pekalongan

terkenal dengan istilah batik pesisir kaya akan warna. Sehingga batik pesisir terkenal dengan ragam hiasnya yang bersifat naturalis. Motif yang paling populer dan terkenal dari pekalongan adalah motif batik Jlamprang. 

  • Motif batik madura

cenderung dipengaruhi oleh budaya asing dari Tiongkok, dengan ciri khasnya warna cerah yang terdapat  pada setiap corak maupun motif dari batik Madura dan terdapat banyaknya garis yang terpampang dalam satu desainnya.

  • Motif batik megamendung

merupakan salah satu ciri khas batik cirebon. Motif megamendung yang merupakan akulturasi dengan budaya Cina tersebut dikembangkan seniman batik Cirebon sesuai cita rasa masyarakat Cirebon yang beragama Islam.

  • Kota kecamatan Lasem

terletak 12 km arah timur ibu kota Kabupaten Rembang. Batik produksi Lasem bercorak khas warna merah darah ayam yang konon tidak dapat ditiru oleh pembatik dari daerah lain. Sebelum ada pewarna kimia, pembatik Lasem menggunakan pewarna alam. 

 

  • Motif batik Tuban

merupakan gabungan tiga budaya yang berbeda, yaitu Islam, Cina, dan Hindu. Pengaruh budaya Islam, misalnya pada motif batik kijing miring. sementara pengaruh budaya Cina, diwakili dalam motif Lok Chan yang menyertakan gambar burung Hong.

  • Batik Cina

adalah jenis batik yang dibuat oleh pengusaha Cina yang kebanyakan hidup di kota pantai utara Jawa. Patra batikn dyaan m peenraanmapkialkna, n rkaugraam–k uhriaas, ksialitnw, ad emwitao sd aCnin dae sweip aetratiu npaugna r, asginagma ,h biausr uknegra pmhioke Cniinxa a, tsaeur thao rnagg,a m hias berbentuk mega.

  • Motif batik Banyumas

didominasi dengan warna – warna dasar kecoklatan dan hitam, motif tersebut dinamakan motif Jonasan. Dari motif tersebut terus berkembanglah motif – motif batik Banyumas hingga saat ini antara lain; Sidoluhung, Lumbon (Lumbu), Cempaka Mulya, Madu Bronto, Sekarsurya, Jahe Puger, Pring Sedapur dan Satria Busana. 

  • Motif batik kalimantan

ddiantaranya motif batik sasirangan yang pada dasarnya berasal dari Kalimantan Selatan, Batik Benang Bintik (Kalimantan Tengah), Batik Pontianak (Kalimantan Barat) serta Batik Shaho dari Kalimantan Timur. Seiring berkembangnya batik kalimantan, muncul beberapa motif batik yang baru seperti Bayam Raja, Naga Balimbur, Jajumputan, Turun Dayang, Daun Jaruju, dan motif batik Kambang Tanjung.

 

Motif Batik berdasarkan sifatnya

Menurut sifatnya ada dua jenis motif batik, yaitu

 

a. Motif Batik Geometris

Motif Geometris adalah motif-motif batik yang ornament-ornamennya merupakan susunan geometris. Ciri ragam hias geometris ini adalah motif tersebut mudah dibagi-bagi menjadi bagian-bagian yang disebut satu “raport”. Golongan geometris ini pada dasarnya dapat dibedakan atas dua macam, yaitu:

  1. Raportnya berbentuk seperti ilmu ukur biasa, seperti bentuk-bentuk segiempat, segiempat panjang atau lingkaran. Motif batik yang memiliki raport segi empat adalah golongan Banji, Ceplok, Ganggang, Kawung.
  2. Raportnya tersusun dalam garis miring, sehingga raportnya berbentuk semacam belah ketupat. Contoh motif ini adalah golongan parang dan udan liris.

B.  motif batik nongeometris. (motif naturalis)

Motif non geometris adalah motif-motif batik yang tidak geometris. Termasuk dalam motif ini adalah

  1. motis Semen,
  2. Buketan,
  3. Terang Bulan. Motif-motif golongan non geometris tersusun dari ornament ornamen tumbuhan, Meru, Pohon Hayat, Candi, Binatang, Burung, Garuda, Ular (Naga) dalam susunan tidak teratur menurut bidang geometris meskipun dalam bidang luas akan terjadi berulang kembali susunan motif tersebut.

Berita Terkait